Jumat, 27 Desember 2013

MY STORY 8 : PRINCE OF DARKNESS

Cast:
-          Azusa Tomoaki
-          Natsumi Yamada
Prince of Darkness

Minggu ini memasuki akhir musim gugur, hawa dingin pun menusuk sampai ke tulang. Saat ini yang aku rasakan hanya perasaan bahagia, begitu bahagianya sepanjang jalan aku tidak bisa menghentikan perasaan bahagiaku rasanya aku tak mampu untuk menahan senyumku. aku diterima bekerja disebuah cafe milik temanku dengan begitu uang hasil kerja kerasku tersebut bisa aku tabung untuk melanjutkan ke universitas yang aku impikan selama ini. Saat melewati jalan pulang aku berpapasan dengan seorang pria, pria bertubuh tinggi dan menggenakan kacamata  saat itu kami tidak sengaja saling bertatap pandangan.. sesaat kemudian tanpa aku sadari aku tersenyum padanya. Begitu aku tersenyum, pria itu kelihatan bingung dan menjadi sedikit salah tingkah tapi beberapa saat setelah itu dia membalas senyumanku.
Paginya lingkungan sekitar berubah menjadi putih tertutup oleh salju. Setelah pelajaran sekolah berakhir aku pulang bersama beberapa temanku, saat akan membuka loker milikku aku menemukan sepucuk surat dengan amplop berwarna merah muda, saat itu aku bertanya pada teman-temanku apakah mereka melihat seseorang mendekati lokerku tadi, namun saying diantara mereka tidak ada yang melihatnya. Ketika kami berjalan menuju keluar gerbang tiba-tiba aku melihat sosok seorang pria mengintip dari arah luar gerbang sekolah, sekilas aku tidak menyadari siapa orang tersebut kemudian aku yang penasaran akhirnya pergi untuk melihat lebih dekat sosok tersebut. Saat aku sampai ternyata pria yang barusan aku lihat itu orang yang kutemui dijalan kemarin, kemdian aku menanyakan keberadaannya disini kemudian pria itu menjawab” aku hanya kebetulan lewat..”ucapnya. dan aku percaya begitu saja, kemudian pria itu mengajakku pulang bersama namun aku tolak dengan alas an aku telah membuat janji terlebih dahulu pada teman-temanku yang lain. Lalu pria itu menjawab “uhm, ma’af aku sudah lancing mengajak mu, pasti kau berpikiran aku ini laki-laki aneh..”ucapnya dengan wajah sedikit memerah. Kemudian pria itu langsung pergi, tiba-tiba karena merasa bersalah aku memanggilnya dan berkata” bagaimana kalau besok..”ucapku sambil tersenyum. Kemudian pria itu sedikit kaget dengan perkataanku barusan, “baiklah.., besok aku akan kemari lagi”jawabnya sambil melemparkan senyumannya  padaku. Sore harinya setelah bermain dari rumah teman tanpa sengaja aku melihat pria itu sedang akrab berbicara dengan para siswi SMA lain, aku ingin menyapanya tapi tidak enak langsung menerobos pembicaraan mereka akhirnya aku tunggu setelah ia selesai bicara, saat mereka usai bicara lagi-lagi langkahku terhenti. Pria itu memasuki salah satu tempat kursus dan lagi-lagi aku tidak enak menyapanya tampaknya ia begitu terburu-buru, sampai pada akhirnya aku menunggunya di luar gedung sampai ia selesai. 3 jam berlalu.. aku terus menunggunya di tempat ini dan beranjak sebentar untuk mebeli kopi hangat yang menemaniku ditempat ini. Kemudian aku mendengar ada suara hentakan kaki mendekat saat aku menoleh kesamping dia sudah berada didekatku.
“kau..??”kagetnya melihat keberadaanku
“akhirnya anda keluar juga..” ucapku dengan wajah memerah karena kedinginan
“sedang apa disini? “jawabnya
“sedang menunggu anda..”jawabku tersenyum
“ah, a,apa, menungguku??, sudah berapa lama menungguku disini ?”tanyanya panik
“dari awal anda masuk tempat ini sampai sekarang..hhehe”jawabku sambil tertawa kecil menahan malu
“APA! Jadi kau disini sudah 3 jam!”kagetnya
“uhm”anggukku sambil memegang 2 kaleng kopi hangat yang kubeli di mesin penjual otomatis barusan
“ha..h ya ampun…” ucapnya sambil menghela nafas panjang
“ini ambillah satu.. tadi kupikir jika masih lama aku akan meminum keduanya..”ucapku sambil meyodorkan kopi yang masih hangat pada pria itu
“seharusnya aku yang melakukan ini..”ucapnya dengan wajah merasa bersalah.
“tak apa.. lagipula ini hanya sekaleng kopi kok..”ucapku tersenyum.
“baiklah, ini sudah hampir larut malam, sebaiknya kita pulang..”ajaknya sambil melepas switter merah tua yang ia kenakan
“ini pakailah..”ujarnya
“ti,tidak usah.. aku sudah..”
“sudah tidak apa-apa..”ucapnya yang kemudian memasangkannya padaku.
Dan percakapan itu berlangsung selama kami dalam perjalanan pulang.
“sebenarnya apa yang membuatmu sampai senekat itu..”Tanya pria itu
“aku hanya penasaran saja..”
“eh penasaran?”
“sebenarnya apa yang anda lakukan ditempat tadi..?”tanyaku
“jadi kau penasaran karena itu.., kenapa tidak menanyakannya langsung padaku tadi, jadikan kau tidak perlu sampai menunggu lama diluar.”
“tadinya juga begitu, tapi aku melihat anda terburu-buru mungkin sebaiknya aku menunggu saja..”
“sebenarnya aku adalah seorang guru les..”
“benarkah? berarti dugaanku benar dong..”
“sebenarnya itu kerja sampingan saja, selain guru les aku juga seorang mahasiswa..”
“eh, anda mahasiswa juga?”
“iya, memang aneh kedengarannya..”
“nggak aneh kok tapi berkesan…”
“be,berkesan…”
“iya, jarang-jarang loh orang yang melakukan hal seperti itu.., kebanyakan dari mereka belum tentu mau melakukan hal seperti anda. Sepulang dari kuliah kemudian bekerja sampai malam.”jawabku sambil tersenyum
“e.. terima kasih.."
"kau juga sepertinya kau orang yang pekerja keras"
"ah, tidak juga.. aku hanya melakukan apa yang ingin aku lakukan dan mewujudkan impian dengan usaha dan kerja kerasku."ucapku dengan penuh semangat
" Hhaha.., kau terlihat begitu bersemangat sekali, kalau begitu aku akan mendukungmu.." ucapnya sambil tersenyum padaku
"hm.." sekilas aku terpana oleh senyumannya
"ma’af.. ya, karena sudah membuatmu menunggu lama tadi..”
“ah,bu,bukan salah anda kok, itu kemauan ku sendiri.. anda tidak perlu meminta ma’af padaku, aku jadi merasa tidak enak pada anda..
Jalanan yang panjang tidak terasa telah kami lalui, dinginnya hawa udara disekitar dalam sekejap hilang dan berganti menjadi pembicaraan yang hangat
“oh iya aku belum tahu nama anda? Perkenalkan namaku Natsumi Yamada”ucapku sambil mengajaknya berjabat tangan
“e, aku Azusa Tomoaki ..”ucapnya. sesaat dia memandangiku kemudian dia membalas jabat tanganku
“Azusa sensei sepertinya kita harus berpisah disini.., arah rumahku disebelah sana”ucapku
“ah, I,iya.. apa perlu aku antar samapai rumah?”tawarnya
“ah, tidak usah.. lagipula jaraknya dekat kok dari sini.., , kalau begitu sampai jumpa besok.. jawabku sambil melambaikan tangan
“hm,sampai jumpa..” ucap Azusa sambil membalas lambaian tanganku
Beberapa hari ini kami tidak pernah bertemu lagi, kupikir mungkin Azusa sensei sedang sibuk dan ini sudah genap 1 minggu kami tidak bertemu. esoknya saat dalam perjalanan pulang kala itu matahari senja tampak indah menghiasi awan aku berpapasan dengan Azusa sensei saat itu arah perjalanan kami berlawanan dan dia tidak menyadari keberadaanku disana, dia terus berjalan dengan pandangan kosong sambil menunduk kebawah wajahnya pun tampak murung dan merasa seperti terbebani. Kemudian aku menyapanya sambil menepuk pundaknya. Kemudian Azusa sensei pun kaget, mungkin karena aku terlalu keras menepuk pundaknya.
“natsumi san..”
“ah, maaf membuat anda kaget..”
“syukurlah...”gumamnya
“eh? Ada apa Azusa sensei, Azusa sensei terlihat berbeda dari biasanya ?”
“ah, tidak, aku baik-baik saja, ma’af aku tadi sedang melamun sampai-sampai aku tidak menyadari keadaan disekitarku..”
“uhm.. sensei sedang ada masalah?, mungkin aku bisa membantu, yah walau aku ini bisa dibilang tidak terlalu bisa diandalkan sih.. khehhee..?”ucapku
“aku tidak apa-apa.., terima kasih karena sudah mengkhawatirkan ku.., sebaiknya kau cepat pulang kalau tidak nanti kau bisa kemalaman sampai dirumah..”
“hm.., anda benar tidak apa-apa?”ucapku
“yah.., terima kasih sudah mengkhawatirkanku.., sekarang aku harusburu-buru, sampai nanti” ucapnya sambil tersenyum tipis
“uhm, sampai nanti, hati-hati dijalan..”jawabku
Tiba-tiba baru beberapa langkah aku beranjak dari tempat itu aku mendengar suara keras dari belakangku, saat aku memalingkan wajahku betapa terkejutnya aku saat itu aku melihat sensei tergeletak lemah tak sadarkan diri diatas tumpukan salju.
“SENSEI!”teriakku panik
Kemudian aku berlari menghampirnya
“Azusa Sensei! Sadarlah!”ucapku sambil berusaha membangunkannya, namun berapa kalipun aku membangunkannya Azusa sensei tak kunjung bangun, disana hanya ada kami berdua dan disaat genting seperti itu aku justru bingung apa yang harus aku perbuat. Aku cengeng dan hanya bisa menangis..
Beberapa saat kemudian
“na..natsumi...pe..pergi..”ucap sensei dengan kondisi setengah sadarkan diri
“mana mungkin aku pergi meninggalkan sensei dalam kondisi seperti ini..”jawabku
Setelah itu berikutnya aku tidak bisa mendengar perkataan yang keluar dari mulut Azusa sensei
“sensei bilang apa?, aku tidak bisa mendengarnya?”jawabku kemudian aku mendekatkan wajahku padanya, kejadian itu begitu cepat.., sensei kemudian menarikku sehingga aku terjatuh di atas nya. Beberapa saat kemudian aku merasa seperti ada benda tajam menancap di leherku. Aku merasakan nafas sensei begitu dekat dengan leherku, jantungnya berdebar begitu cepat begitupun dengan jantungku dan aku juga merasakan dahaga yang tertahankan lagi. "UHM...gluk..gluk"dia begitu lahap meminum darahku hingga kerah bajuku berubah menjadi merah terkena bercak darah yang begitu mengalir deras dari leherku.., Astaga ini bukan mimpi tapi seperti mimpi aku mencoba bangkit namun sensei mendekapku begitu kuat, rasanya sekujur tubuhku seperti membeku, rasa nyeri di bagian leher sudah tak tertahankan lagi. Perlahan-lahan tubuhku mulai melemah semua pandanganku memudar hingga aku tenggelam dalam kegelapan di tengah dinginnya salju. Kini aku telah terjebak dalam sangkar sang pangeran kegelapan.
Saat aku sadarkan diri aku mendapatkan diriku sedang berada di dalam kelas. Sesaat aku berpikir bahwa yang aku alami barusan adalah benar mimpi namun rasa nyeri dibagian leher kananku tidak dapat membohongiku. Perlahan angin berhembus dari luar jendela kelas yang terbuka lebar dan saat itu juga aku mendapatkan sepucuk surat dengan amplop yang sama dengan surat yang aku temukan dilokerku waktu itu. Perlahan-lahan kemudian aku membuka amplop yang berisikan surat tersebut, isi surat tersebut tak lain adalah.. “ma’afkan aku yang telah membawamu ke dalam lingkaran kegelapan. tiada maksud apa-apa sebelumnya, saat pertama kali kau melemparkan senyum kosong itu  padaku.. aku jadi ingin mengenalmu lebih dekat, tapi saat aku mulai mengenalmu lebih dekat aku malah menghancurkanmu. aku berharap kau tidak akan pernah mema’afkanku.. selamat tinggal.” Saat itu air mataku tidak bisa berhenti, aku merasakan sayapku seperti patah sebelah. Seharusnya aku membencinya karena telah meberiku luka yang teramat dalam. Tapi perasaan ini mampu mematahkan semuanya. Saat surat yang dikirimnya pertama kali untuk ku yang berisi “ aku harap aku bisa mengenalmu..” aku berharap aku bisa bahagia begitu mengenalnya, tapi ketika perasaan itu datang dia malah pergi meninggalkan semuanya, dan meninggalkan semua beban perasaan ini sendirian.
Malam itu aku tidak langsung pulang kerumah, aku menerima beberapa kali panggilan orang rumah yang mencoba menghubungi ponselku tapi aku menghiraukannya. Aku yang  hidup dalam keluarga yang memperlakukan ku seperti di neraka, sebaiknya aku ikut menghilang dengan begitu aku bisa menemui kedua orang tuaku di alam sana dan hidup berbahagia. Malam yang begitu dingin dengan hawa menusuk sampai ke dalam tulang rasanya darah dalam tubuhku perlahan-lahan mulai membeku dan angin yang menerpa menusuk sampai kedalam pori-pori kulit ku, dengan udara sekitar yang sudah seperti racun bagiku, aku sudah tidak sanggup berjalan lebih jauh lagi.. semuanya putih dalam sekejap semuanya berubah menjadi gelap dan pekat  dan aku terjatuh dalam tumpukan salju yang sudah seperti jarum-jarum kecil menusuk tubuhku.
Kemudian aku mendengar suara yang tak terdengar asing lagi bagiku semakin lama suara itu  semakin dekat..,”Natsume..sadarlah”begitulah suara itu memanggil jiwaku yang hampir pergi meninggalkan jasad yang rapuh ini, selanjutnya aku merasakan belaian lembut yang jatuh diwajahku yang kian memucat. Saat aku tersadar aku mendapatkan Azusa menatapku dengan mata merah yang penuh dosa. Setelah itu yang ku ingat hanyalah kata-kata terakhirnya “apa kau ingin ikut bersama ku..?”.kemudian aku menjawab dengan mata bergelinangan air mata "bawa aku pergi bersama mu Azusa sensei.." itulah kata kata terakhir yang aku ucapkan padanya, sebelum aku menjadi sosok diriku yang lain.. yaitu sang ratu kegelapan dalam balutan gaun hitam dengan kulit seputih salju dan mata semerah darah yang penuh dengan dosa. kini aku resmi sepenuhnya menjadi miliknya yaitu menjadi pendamping abadi sang pangeran kegelapan, yang mengancam kehidupan malam.


THE END






Kamis, 22 November 2012

My Story 7 : Shoujo No Manga


Shoujo No Manga
 

Genre : Love Story
                  School Life
                        Friendship
Cast : Haruhi Aikawa
                    Tamaki Yuzuru

Haruhi Aikawa seorang gadis remaja yang tak cukup populer tapi memiliki wajah yang manis di sekolah haruhi terkenal pendiam dan tidak banyak bergaul dengan teman-teman sekelasnya. Haruhi di kenal dengan sebutan gadis manga karena kesehariannya di sekolah saat bukan jam pelajaran dia selalu menghabiskan waktunya membaca manga di mana saja asal tidak berisik  di banding bergaul dengan teman-teman sekelasnya layaknya anak perempuan lainnya karena baginya di banding berkerumun dengan yang lainnya lebih menyenangkan membaca manga. Sebagian teman nya menganggapnya gadis aneh dan menjauhinya tapi haruhi tidak terlalu menanggapinya, karena haruhi gadis yang terbilang cukup cuek. Suatu hari saat haruhi tengah membaca manga di taman belakang sekolah yang merupakan tempat favorite nya tepatnya di bawah pohon berry, haruhi di kejutkan dengan suara keras dan berisik.
“KrasaK KraSuk..KrasaKk..”
“suara apaan sih, menganggu.........”gumam nya
“KrasaK KraSuk..KrasaKk..”
“HEI ..! yang di sana bisa tolong diam!”(ujar haruhi pada anak cowok yang entah apa yang di lakukannya di balik semak-semak)
“KrasaK KraSuk..KrasaKk..”meski sudah bicara begitu tapi tetap saja
“dasar, sebenarnya apa yang anak cowok itu lakukan di sana.”(gerutu haruhi yang tengah menghampiri anak lelaki tersebut)
““KrasaK KraSuk..KrasaKk..”
“Hm!Hm!,,”tegur haruhi
“..........” lelaki itu sibuk dengan kerjaan nya yang tengah menggali tanah, entah apa yang akan di kuburkan nya di sana.
“astaga benar-benar nih orang jengkelin banget!” gerutunya dalam hati
“Hmmmm........!!!”tegur haruhi lagi
“eh, haruhi chan.., tumben ada apa kemari?, kau mau membantu ku yah?” ujar tamaki dengan memasang tampang wajah seolah tidak terjadi apa-apa
“ya ampuunnn, sumpah nih anak kepedean abisss!”gerutu haruhi sambil mengepalkan kedua tangannya
“hehe.. sepertinya sedang tidak baik”ujar tamaki dengan sedikit ketakutan
“kau ini berisik sekali, aku jadi terganggu.”tegas haruhi
“ah, gomen. Aku tidak tahu kalau ada haruhi chan di sini.”ujarnya sambil membungkukan badan 90 derajat
“untuk apa menggali lubang di sini, bukannya itu dilarang sekolah.”
“uwaa,, aku mohon jangan katakan ini pada kepsek atau ketua osis yang ada aku bisa dapat hukuman..please.....” ujarnya sambil memohon
“hah, sudahlah lagi pula tidak ada guna nya aku melapor. Lagi pula kau belum menjawab pertanyaan ku tadi.”
“pertanyaan???”
“haduhhhh nih anak geblek atau pikun sih meski satu kelas tapi beneran nggak nyangka klo nih anak lebih parah dari yang ku bayangkan.” Gerutunya
“ah, gomen, membuatmu kesal.”lagi-lagi membungkukan badan 90 derajat
“sudahlah batalkan saja pertanyaan ku tadi.” Kemudian haruhi meninggalkan tamaki sendiri di taman.
Esoknya paginya ketika di kelas.
“Ohayo haruhi chan..”
“uwaaa!”teriak haruhi karena kaget
“tumben datang cepet.”ujar haruhi
“aku hanya ingin ngobrol lebih banyak lagi dengan haruhi.”ucapnya sambil tersenyum lebar
“kenapa harus dengan ku?, anak yang lain kan masih banyak.”ketus haruhi sambil terus membaca manga.
“haruhi aku ingin bertanya satu hal padamu?.”
“mau tanya apa?, cepat katakan.”ketus haruhi yang terus membaca manga tanpa sedikit pun menoleh ke arah tamaki yang tengah mengajaknya bicara.
“kenapa kau begitu suka dengan manga, aku perhatikan jarang sekali haruhi bergaul dengan teman-teman yang lain.”
“huh..(hela nafas sejenak),itu karena aku belum bisa, aku benci dengan teman meski sebenarnya aku ingin berteman. Dulu saat aku duduk di bangku TK sampai SMP aku selalu mendapat perlakuan buruk teman-teman, saat aku tk mereka mendorong ku sehingga aku terjatuh ke parit dan pakaian ku kotor semua, saat aku SD teman-teman ku selalu menghinaku mereka selalu bilang aku bodoh,idiot, saat smp juga aku selalu di bilang bodoh,idot dan jelek, aku selalu di kucilkan. Oleh sebab itu aku benci berteman, dan ku putuskan setelah lulus SMP aku tidak akan mencari teman. Teman satu-satunya diriku hanya lah Manga saja, bagi ku lebih dari cukup dengan hanya membaca Manga.”
“apa menurut mu aku sama menyebalkannya..?”tanya tamaki
“jujur tamaki orang yang berbeda dari yang lainnya, meski terkadang dirimu itu menyebalkan. eh, kenapa aku malah curhat“ujar haruhi dengan wajah memerah
“hahah.. tidak apa-apa kok. Lagi pula menurut ku haruhi tidak seperti yang di bilang oleh teman-teman dulu. Haruhi adalah teman yang menyenangkan meski aku terus-terusan sering kena marah sih..Hhaha..”ujar tamaki sambil tertawa
“Hhihi..,”di ikuti dengan haruhi
“nah begitu lebih baik kan..”ucap tamaki yang senang melihat haruhi tertawa kecil
“eh, aku..”ucap haruhi dalam hati saat menghentikan tawa nya, wajah haruhi pun memerah.
“owh iya haruhi bisa tolong aku ?,Kalau tidak keberatan..?”
“mau minta tolong apa?” tanya haruhi yang kemudian berpura-pura membaca manga karena malu.
“tolong bantu aku menguburkan kota berharga ini di tempat kemarin, sepulang sekolah nanti.”
“eh, memangnya kemarin tidak jadi?”
“berhubung kemarin mendadak ada ketua osis lewat terpaksa aku menundanya dulu.”
“ya sudah apa boleh buat.”
“arigatou haruhi chan..”ucap tamaki sambil tersenyum pada haruhi
“eh., manis nya..”gumamnya
“apa?apanya yang manis?”tanya tamaki
“ah,ti,tidak,ma,maksud ku character manga di sini manis..,yah, manis.”ujar haruhi yang kemudian menutupi wajahnya merah nya dengan manga
Saat jam pulang sekolah
“hah, akhirnya.. selesai juga”
“maaf  merepotkan mu haruhi chan”
“ini bukan apa-apa, ya sudah kita pulang” kemudian haruhi beranjak dari tempat tersebut, baru 3 langkah haruhi pergi tapi langkah tersebut sempat terhenti saat haruhi melihat tamaki sedang berdoa dengan mata terpejam, wajahnya begitu tenang.
“yap, selesai,nah, ayo haruhi kita pulang?”ajak tamaki
“ah,i,iya..”jawab haruhi "sebenarnya apa yang tamaki minta saat tengah berdoa tadi??, aku benar-benar penasaran dengan isi kotak itu.."ucap haruhi dalam hati.
“owh iya haruhi aku punya 1 permintaan..”
",,,,,,,"
"haruhi.. chan,,,"panggil tamaki sambil melambaikan tangannya di depan wajah haruhi
"a,apa??,i,iya kenapa?"
"Hhaha.. haruhi chan kau sedang melamun yah?, apa ada masalah??.., atau haruhi chan penasaran dengan isi yang ada di dalam kotak tadi?"
"a,ti,tidak.., aku hanya berpikir apa tidak apa-apa di kubur di sana?"
"Hhihiiihi..., benarkan haruhi memikirkan nya."
"Ugh,Baka.. aku hanya tidak mau usaha kita jadi sia-sia..,i,itu saja.., bu,bukan berarti akupenasaran dengan apa yang terdapat di dalam kotak tersebut.."gerutunya
"Hhahaha..,jadi bagaimana? apa aku boleh mengajukan satu permintaan."
“hah, pe,permintaan??,apa?”
“7 hari lagi tolong haruhi buka kotak yang kita kubur di belakang sekolah bersama-sama tadi.”
“maksud nya apa?”
“sudah, katakan saja iya atau tidak?”
“baiklah..”
“Iya atau tidak?”
“hah, dasar. Kan sama saja..”gerutu haruhi
“iya atau tidak..??”
“iya, iya..”
“Arigatou ^_^”ucap tamaki sambil tersenyum
"sudah hentikan senyuman mu itu.."
"kenapa? Hhehe.. muka mu memerah tuh.."
"ugh, nyebelin.."gerutu haruhi yang tidak bisa menutupi rasa suka nya pada tamaki
Esok paginya ketika haruhi hendak pergi ke sekolah.
“Grrrtttt...”ponsel haruhi bergetar
“ah, pesan dari tamaki?”
“ohayou haruhi, hari ini aku tidak bisa masuk sekolah yah mungkin untuk beberapa hari karena aku dan sekeluarga ada urusan di luar kota. jangan sedih yah..
“ya, ampun GeEr banget nih anak..”kemudian haruhi melanjutkan membaca pesan dari tamaki tersebut
“oh iya jangan lupa, yang kemarin. Kalau sampai lupa aku akan marah besar.hhehe.., ya sudah selamat beraktivitas. from: tamaki”
“yah, bakalan sepi tanpa tamaki..”gumamnya
Sampai lah hari  yang dimana haruhi berjanji akan membuka kotak yang di kubur mereka waktu itu di taman belakang sekolah , dan setelah di buka haruhi begitu terkejut.ternyata isi dari kotak tersebut adalah semua foto tentang haruhi Dan juga di dalam kotak tersebut terdapat sebuah rekaman. Rekaman tersebut berisi
” otanjoubi omedetou haruhi chan, selamat atas ulang tahun mu yang ke 17 “
“hikz..hikz.. dasar tamaki, kau membuatku menangis. Dan ini untuk pertama kalinya ada teman yang mengucapkan selamat ulang tahun di hari ulang tahun ku”ucap haruhi menangis sambil tersenyum terharu mendengar isi rekaman tersebut dan kemudian melanjutkan medengarkan isi rekaman itu lagi.
“maaf sebelumnya yah tanpa izin aku mengambil foto mu, semua foto ini di ambil dari haruhi pertama kali masuk SMA kiseki ini. habis nya dari awal aku begitu tertarik pada mu hanya saja aku tidak berani mendekati mu karena aku takut haruhi menganggap ku aneh. Aku mau mengatakan satu pengakuan sebenarnya aku berbohong pada waktu itu, aku berpura-pura menggali dan mebuat suara berisik agar haruhi terganggu dan dengan begitu haruhi mau berbicara pada ku. Hehhe.. ^^, Aku senang karena akhir-akhir ini kita jadi dekat, maaf jika aku sering membuat mu jengkel.”
“hah, dasar tamaki.”gerutunya sambil tersenyum dengan wajah memerah, dan kemudian haruhi melanjutkan lagi medengar isi rekaman tersebut.
 “Sebenarnya aku bingung mau memberi hadiah ultah mu apa.Boneka? Mungkin itu umum aku ingin memberi sesuatu yang spesial, liontin aku rasa haruhi bukan tipe gadis yang suka di beri seperti itu, atau Manga aku rasa jika aku memberi manga mungkin  haruhi akan berkata”payah, kalau manga ini aku sudah punya dan sudah berulang kali aku membaca nya, lagi pula itu tidak spesial menurut ku. jadi ku putuskan untuk memberi semua foto-foto mu foto yang aku ambil dan aku kumpulkan  selama ini.”
“hhihii.. ada-ada saja..”kemudian haruhi melanjutkan kembali medengar isi rekaman dari tamaki
“Dan mungkin setelah haruhi mendengar isi rekaman ini kita tidak akan pernah bertemu lagi. satu hal yang ingin aku sampai kan padamu dari dulu. “Aku Suka Haruhi Sampai K...A...P...A...N  ..P..U..N...” nah cukup sampai sini dulu yah J .”
“apa-apaan sih, jadi kau akan meninggalkan ku dan kota ini setelah kau bilang suka pada ku. Menyebalkan.” gerutunya dengan wajah agak sedih.
berhubung hari ini tamaki kembali dari luar kota jadi haruhi memutuskan untuk berkunjung ke rumah tamaki seusai sekolah. Kemudian haruhi tidak tahu alamat rumah tamaki haruhi pun menanyakan alamat rumah tamaki pada teman-teman sekelas, karena beberapa hari ini email dan juga pesan dari haruhi tak kunjung di balas tamaki. Telpon pun tidak di angkat, tapi saat haruhi menanyakan alamat tamaki satu pun dari  mereka tidak ada yang tahu. Kemudian saat usai pelajaran sekolah haruhi menanyakannya pada guru.
“ah, iya saya turut berduka.baiklah.. sama-sama”ujar sensei saat menerima telpon
“tok-tok”haruhi mengetuk pintu ruang guru
“permisi..”
“ya, ada apa haruhi?”tanya sensei mori
“sensei mori aku boleh minta tolong?, tolong beri tahu aku alamat tamaki.”
“owh jadi haruhi sudah tahu yah. Ibu turut berduka”
“a,apa,maksud sensei ber,berduka..cita..”
“jadi haruhi belum tahu. Tadi orang tua tamaki baru saja menelpon kalau tamaki sejam yang lalu baru saja meninggal di rumah sakit akibat penyakit kronis  yang di deritanya sejak kecil.”
“a,apa..,me,me,meninggal. Tamaki me,meninggal..??????????????”
“sensei akan mengantarmu kesana tapi tunggu sebentar.”
“ tama,tamaki meninggal. Kenapa dia tidak cerita kalau menderita penyakit mematikan tersebut dan kenapa juga harus berbohong kalau selama ini dia dirawat di rumah sakit. kenapa..!! kenapa tamaki sejahat itu!”
kemudian haruhi berlari hingga dia kehilangan kesadaran dan pingsan ketika berada jalan. Karena syok selama 3 hari haruhi tidak sadarkan diri,dan sering kali mengigau sambil memanggil nama tamaki. Dalam alam bawah sadarnya haruhi bermimpi bertemu tamaki.
“di.dimana ini?. Ini seperti di taman belakang sekolah.ah, bukannya itu tamaki???!”
Kemudian tamaki pun menoleh
“haruhi?, sedang apa di sini..?”
Kemudian haruhi langsung memeluk tamaki
“kenapa tamaki tega padaku, apa tamaki membenci ku?!”
“aku sama sekali tidak membenci mu haruhi.”
“lalu kenapa tamaki pergi dan tidak mengabari ku jika selama tamaki tidak masuk sekolah karena di rawat di rumah sakit dan kenapa pula harus berbohong kalau tamaki pergi keluar kota bersama keluarga tamaki???!”ujar haruhi sambil menangis di pelukan tamaki
“ma’af yah haruhi. Tapi aku lakuakn itu semua agar haruhi tidak sedih, aku tidak mau kehilangan senyum haruhi lagi. jadi tolong ma’afkan aku, nah sekarang pulang lah, belum saat nya haruhi meninggalkan yang lainnya. Masih banyak yang harus kamu lakukan.”
“aku mau di sini bersama tamaki, hanya tamaki satu-satunya teman yang ku punya. Aku tidak mau kehilangan tamaki..!!”
“sayonara haruhi.., tersenyumlah untuk ku di sana..”
“tunggu..!! tamaki !!, jangan pergi...!! ku mohon...!!!” sekeras apa pun haruhi mengejar tamaki, tapi tidak bisa juga terkejar oleh haruhi.
Tidak lama kemudian haruhi tersadar.
“haruhi!!”teriak ibu haruhi yang senang melihat haruhi tersadar dari koma nya
“syukurlah nak, kamu akhirnya sadar..” ucap ayah haruhi yang ikut memeluk nya
“ayah, ibu...”peluk haruhi
“nah haruhi teman-teman mu sudah menanti kehadiran mu dari kemarin, mendengar mu masuk rumah sakit dan tak sadar kan diri mereka langsung menjenguk mu kemari.
“haruhi.. jangan tinggalkan kami lagi..”ujar sanae yang emrupakan teman satu kelasnya
“iya” di ikuti dengan miyuki dan yang lainnya
“teman-teman..”ucap haruhi sambil menangis.
Meski pun berat menjalani hari-hari tanpa tamaki, tapi aku tidak boleh membiarkan senyuman ku padam.Karena itu lah yang di inginkan oleh tamaki. “sayonara tamaki.., Kimi ga Suki. Watashi aishiteru tamaki” semoga kau bahagia di sana, terima kasih atas semua yang telah kau berikan.

END