Kamis, 22 November 2012

My Story 7 : Shoujo No Manga


Shoujo No Manga
 

Genre : Love Story
                  School Life
                        Friendship
Cast : Haruhi Aikawa
                    Tamaki Yuzuru

Haruhi Aikawa seorang gadis remaja yang tak cukup populer tapi memiliki wajah yang manis di sekolah haruhi terkenal pendiam dan tidak banyak bergaul dengan teman-teman sekelasnya. Haruhi di kenal dengan sebutan gadis manga karena kesehariannya di sekolah saat bukan jam pelajaran dia selalu menghabiskan waktunya membaca manga di mana saja asal tidak berisik  di banding bergaul dengan teman-teman sekelasnya layaknya anak perempuan lainnya karena baginya di banding berkerumun dengan yang lainnya lebih menyenangkan membaca manga. Sebagian teman nya menganggapnya gadis aneh dan menjauhinya tapi haruhi tidak terlalu menanggapinya, karena haruhi gadis yang terbilang cukup cuek. Suatu hari saat haruhi tengah membaca manga di taman belakang sekolah yang merupakan tempat favorite nya tepatnya di bawah pohon berry, haruhi di kejutkan dengan suara keras dan berisik.
“KrasaK KraSuk..KrasaKk..”
“suara apaan sih, menganggu.........”gumam nya
“KrasaK KraSuk..KrasaKk..”
“HEI ..! yang di sana bisa tolong diam!”(ujar haruhi pada anak cowok yang entah apa yang di lakukannya di balik semak-semak)
“KrasaK KraSuk..KrasaKk..”meski sudah bicara begitu tapi tetap saja
“dasar, sebenarnya apa yang anak cowok itu lakukan di sana.”(gerutu haruhi yang tengah menghampiri anak lelaki tersebut)
““KrasaK KraSuk..KrasaKk..”
“Hm!Hm!,,”tegur haruhi
“..........” lelaki itu sibuk dengan kerjaan nya yang tengah menggali tanah, entah apa yang akan di kuburkan nya di sana.
“astaga benar-benar nih orang jengkelin banget!” gerutunya dalam hati
“Hmmmm........!!!”tegur haruhi lagi
“eh, haruhi chan.., tumben ada apa kemari?, kau mau membantu ku yah?” ujar tamaki dengan memasang tampang wajah seolah tidak terjadi apa-apa
“ya ampuunnn, sumpah nih anak kepedean abisss!”gerutu haruhi sambil mengepalkan kedua tangannya
“hehe.. sepertinya sedang tidak baik”ujar tamaki dengan sedikit ketakutan
“kau ini berisik sekali, aku jadi terganggu.”tegas haruhi
“ah, gomen. Aku tidak tahu kalau ada haruhi chan di sini.”ujarnya sambil membungkukan badan 90 derajat
“untuk apa menggali lubang di sini, bukannya itu dilarang sekolah.”
“uwaa,, aku mohon jangan katakan ini pada kepsek atau ketua osis yang ada aku bisa dapat hukuman..please.....” ujarnya sambil memohon
“hah, sudahlah lagi pula tidak ada guna nya aku melapor. Lagi pula kau belum menjawab pertanyaan ku tadi.”
“pertanyaan???”
“haduhhhh nih anak geblek atau pikun sih meski satu kelas tapi beneran nggak nyangka klo nih anak lebih parah dari yang ku bayangkan.” Gerutunya
“ah, gomen, membuatmu kesal.”lagi-lagi membungkukan badan 90 derajat
“sudahlah batalkan saja pertanyaan ku tadi.” Kemudian haruhi meninggalkan tamaki sendiri di taman.
Esoknya paginya ketika di kelas.
“Ohayo haruhi chan..”
“uwaaa!”teriak haruhi karena kaget
“tumben datang cepet.”ujar haruhi
“aku hanya ingin ngobrol lebih banyak lagi dengan haruhi.”ucapnya sambil tersenyum lebar
“kenapa harus dengan ku?, anak yang lain kan masih banyak.”ketus haruhi sambil terus membaca manga.
“haruhi aku ingin bertanya satu hal padamu?.”
“mau tanya apa?, cepat katakan.”ketus haruhi yang terus membaca manga tanpa sedikit pun menoleh ke arah tamaki yang tengah mengajaknya bicara.
“kenapa kau begitu suka dengan manga, aku perhatikan jarang sekali haruhi bergaul dengan teman-teman yang lain.”
“huh..(hela nafas sejenak),itu karena aku belum bisa, aku benci dengan teman meski sebenarnya aku ingin berteman. Dulu saat aku duduk di bangku TK sampai SMP aku selalu mendapat perlakuan buruk teman-teman, saat aku tk mereka mendorong ku sehingga aku terjatuh ke parit dan pakaian ku kotor semua, saat aku SD teman-teman ku selalu menghinaku mereka selalu bilang aku bodoh,idiot, saat smp juga aku selalu di bilang bodoh,idot dan jelek, aku selalu di kucilkan. Oleh sebab itu aku benci berteman, dan ku putuskan setelah lulus SMP aku tidak akan mencari teman. Teman satu-satunya diriku hanya lah Manga saja, bagi ku lebih dari cukup dengan hanya membaca Manga.”
“apa menurut mu aku sama menyebalkannya..?”tanya tamaki
“jujur tamaki orang yang berbeda dari yang lainnya, meski terkadang dirimu itu menyebalkan. eh, kenapa aku malah curhat“ujar haruhi dengan wajah memerah
“hahah.. tidak apa-apa kok. Lagi pula menurut ku haruhi tidak seperti yang di bilang oleh teman-teman dulu. Haruhi adalah teman yang menyenangkan meski aku terus-terusan sering kena marah sih..Hhaha..”ujar tamaki sambil tertawa
“Hhihi..,”di ikuti dengan haruhi
“nah begitu lebih baik kan..”ucap tamaki yang senang melihat haruhi tertawa kecil
“eh, aku..”ucap haruhi dalam hati saat menghentikan tawa nya, wajah haruhi pun memerah.
“owh iya haruhi bisa tolong aku ?,Kalau tidak keberatan..?”
“mau minta tolong apa?” tanya haruhi yang kemudian berpura-pura membaca manga karena malu.
“tolong bantu aku menguburkan kota berharga ini di tempat kemarin, sepulang sekolah nanti.”
“eh, memangnya kemarin tidak jadi?”
“berhubung kemarin mendadak ada ketua osis lewat terpaksa aku menundanya dulu.”
“ya sudah apa boleh buat.”
“arigatou haruhi chan..”ucap tamaki sambil tersenyum pada haruhi
“eh., manis nya..”gumamnya
“apa?apanya yang manis?”tanya tamaki
“ah,ti,tidak,ma,maksud ku character manga di sini manis..,yah, manis.”ujar haruhi yang kemudian menutupi wajahnya merah nya dengan manga
Saat jam pulang sekolah
“hah, akhirnya.. selesai juga”
“maaf  merepotkan mu haruhi chan”
“ini bukan apa-apa, ya sudah kita pulang” kemudian haruhi beranjak dari tempat tersebut, baru 3 langkah haruhi pergi tapi langkah tersebut sempat terhenti saat haruhi melihat tamaki sedang berdoa dengan mata terpejam, wajahnya begitu tenang.
“yap, selesai,nah, ayo haruhi kita pulang?”ajak tamaki
“ah,i,iya..”jawab haruhi "sebenarnya apa yang tamaki minta saat tengah berdoa tadi??, aku benar-benar penasaran dengan isi kotak itu.."ucap haruhi dalam hati.
“owh iya haruhi aku punya 1 permintaan..”
",,,,,,,"
"haruhi.. chan,,,"panggil tamaki sambil melambaikan tangannya di depan wajah haruhi
"a,apa??,i,iya kenapa?"
"Hhaha.. haruhi chan kau sedang melamun yah?, apa ada masalah??.., atau haruhi chan penasaran dengan isi yang ada di dalam kotak tadi?"
"a,ti,tidak.., aku hanya berpikir apa tidak apa-apa di kubur di sana?"
"Hhihiiihi..., benarkan haruhi memikirkan nya."
"Ugh,Baka.. aku hanya tidak mau usaha kita jadi sia-sia..,i,itu saja.., bu,bukan berarti akupenasaran dengan apa yang terdapat di dalam kotak tersebut.."gerutunya
"Hhahaha..,jadi bagaimana? apa aku boleh mengajukan satu permintaan."
“hah, pe,permintaan??,apa?”
“7 hari lagi tolong haruhi buka kotak yang kita kubur di belakang sekolah bersama-sama tadi.”
“maksud nya apa?”
“sudah, katakan saja iya atau tidak?”
“baiklah..”
“Iya atau tidak?”
“hah, dasar. Kan sama saja..”gerutu haruhi
“iya atau tidak..??”
“iya, iya..”
“Arigatou ^_^”ucap tamaki sambil tersenyum
"sudah hentikan senyuman mu itu.."
"kenapa? Hhehe.. muka mu memerah tuh.."
"ugh, nyebelin.."gerutu haruhi yang tidak bisa menutupi rasa suka nya pada tamaki
Esok paginya ketika haruhi hendak pergi ke sekolah.
“Grrrtttt...”ponsel haruhi bergetar
“ah, pesan dari tamaki?”
“ohayou haruhi, hari ini aku tidak bisa masuk sekolah yah mungkin untuk beberapa hari karena aku dan sekeluarga ada urusan di luar kota. jangan sedih yah..
“ya, ampun GeEr banget nih anak..”kemudian haruhi melanjutkan membaca pesan dari tamaki tersebut
“oh iya jangan lupa, yang kemarin. Kalau sampai lupa aku akan marah besar.hhehe.., ya sudah selamat beraktivitas. from: tamaki”
“yah, bakalan sepi tanpa tamaki..”gumamnya
Sampai lah hari  yang dimana haruhi berjanji akan membuka kotak yang di kubur mereka waktu itu di taman belakang sekolah , dan setelah di buka haruhi begitu terkejut.ternyata isi dari kotak tersebut adalah semua foto tentang haruhi Dan juga di dalam kotak tersebut terdapat sebuah rekaman. Rekaman tersebut berisi
” otanjoubi omedetou haruhi chan, selamat atas ulang tahun mu yang ke 17 “
“hikz..hikz.. dasar tamaki, kau membuatku menangis. Dan ini untuk pertama kalinya ada teman yang mengucapkan selamat ulang tahun di hari ulang tahun ku”ucap haruhi menangis sambil tersenyum terharu mendengar isi rekaman tersebut dan kemudian melanjutkan medengarkan isi rekaman itu lagi.
“maaf sebelumnya yah tanpa izin aku mengambil foto mu, semua foto ini di ambil dari haruhi pertama kali masuk SMA kiseki ini. habis nya dari awal aku begitu tertarik pada mu hanya saja aku tidak berani mendekati mu karena aku takut haruhi menganggap ku aneh. Aku mau mengatakan satu pengakuan sebenarnya aku berbohong pada waktu itu, aku berpura-pura menggali dan mebuat suara berisik agar haruhi terganggu dan dengan begitu haruhi mau berbicara pada ku. Hehhe.. ^^, Aku senang karena akhir-akhir ini kita jadi dekat, maaf jika aku sering membuat mu jengkel.”
“hah, dasar tamaki.”gerutunya sambil tersenyum dengan wajah memerah, dan kemudian haruhi melanjutkan lagi medengar isi rekaman tersebut.
 “Sebenarnya aku bingung mau memberi hadiah ultah mu apa.Boneka? Mungkin itu umum aku ingin memberi sesuatu yang spesial, liontin aku rasa haruhi bukan tipe gadis yang suka di beri seperti itu, atau Manga aku rasa jika aku memberi manga mungkin  haruhi akan berkata”payah, kalau manga ini aku sudah punya dan sudah berulang kali aku membaca nya, lagi pula itu tidak spesial menurut ku. jadi ku putuskan untuk memberi semua foto-foto mu foto yang aku ambil dan aku kumpulkan  selama ini.”
“hhihii.. ada-ada saja..”kemudian haruhi melanjutkan kembali medengar isi rekaman dari tamaki
“Dan mungkin setelah haruhi mendengar isi rekaman ini kita tidak akan pernah bertemu lagi. satu hal yang ingin aku sampai kan padamu dari dulu. “Aku Suka Haruhi Sampai K...A...P...A...N  ..P..U..N...” nah cukup sampai sini dulu yah J .”
“apa-apaan sih, jadi kau akan meninggalkan ku dan kota ini setelah kau bilang suka pada ku. Menyebalkan.” gerutunya dengan wajah agak sedih.
berhubung hari ini tamaki kembali dari luar kota jadi haruhi memutuskan untuk berkunjung ke rumah tamaki seusai sekolah. Kemudian haruhi tidak tahu alamat rumah tamaki haruhi pun menanyakan alamat rumah tamaki pada teman-teman sekelas, karena beberapa hari ini email dan juga pesan dari haruhi tak kunjung di balas tamaki. Telpon pun tidak di angkat, tapi saat haruhi menanyakan alamat tamaki satu pun dari  mereka tidak ada yang tahu. Kemudian saat usai pelajaran sekolah haruhi menanyakannya pada guru.
“ah, iya saya turut berduka.baiklah.. sama-sama”ujar sensei saat menerima telpon
“tok-tok”haruhi mengetuk pintu ruang guru
“permisi..”
“ya, ada apa haruhi?”tanya sensei mori
“sensei mori aku boleh minta tolong?, tolong beri tahu aku alamat tamaki.”
“owh jadi haruhi sudah tahu yah. Ibu turut berduka”
“a,apa,maksud sensei ber,berduka..cita..”
“jadi haruhi belum tahu. Tadi orang tua tamaki baru saja menelpon kalau tamaki sejam yang lalu baru saja meninggal di rumah sakit akibat penyakit kronis  yang di deritanya sejak kecil.”
“a,apa..,me,me,meninggal. Tamaki me,meninggal..??????????????”
“sensei akan mengantarmu kesana tapi tunggu sebentar.”
“ tama,tamaki meninggal. Kenapa dia tidak cerita kalau menderita penyakit mematikan tersebut dan kenapa juga harus berbohong kalau selama ini dia dirawat di rumah sakit. kenapa..!! kenapa tamaki sejahat itu!”
kemudian haruhi berlari hingga dia kehilangan kesadaran dan pingsan ketika berada jalan. Karena syok selama 3 hari haruhi tidak sadarkan diri,dan sering kali mengigau sambil memanggil nama tamaki. Dalam alam bawah sadarnya haruhi bermimpi bertemu tamaki.
“di.dimana ini?. Ini seperti di taman belakang sekolah.ah, bukannya itu tamaki???!”
Kemudian tamaki pun menoleh
“haruhi?, sedang apa di sini..?”
Kemudian haruhi langsung memeluk tamaki
“kenapa tamaki tega padaku, apa tamaki membenci ku?!”
“aku sama sekali tidak membenci mu haruhi.”
“lalu kenapa tamaki pergi dan tidak mengabari ku jika selama tamaki tidak masuk sekolah karena di rawat di rumah sakit dan kenapa pula harus berbohong kalau tamaki pergi keluar kota bersama keluarga tamaki???!”ujar haruhi sambil menangis di pelukan tamaki
“ma’af yah haruhi. Tapi aku lakuakn itu semua agar haruhi tidak sedih, aku tidak mau kehilangan senyum haruhi lagi. jadi tolong ma’afkan aku, nah sekarang pulang lah, belum saat nya haruhi meninggalkan yang lainnya. Masih banyak yang harus kamu lakukan.”
“aku mau di sini bersama tamaki, hanya tamaki satu-satunya teman yang ku punya. Aku tidak mau kehilangan tamaki..!!”
“sayonara haruhi.., tersenyumlah untuk ku di sana..”
“tunggu..!! tamaki !!, jangan pergi...!! ku mohon...!!!” sekeras apa pun haruhi mengejar tamaki, tapi tidak bisa juga terkejar oleh haruhi.
Tidak lama kemudian haruhi tersadar.
“haruhi!!”teriak ibu haruhi yang senang melihat haruhi tersadar dari koma nya
“syukurlah nak, kamu akhirnya sadar..” ucap ayah haruhi yang ikut memeluk nya
“ayah, ibu...”peluk haruhi
“nah haruhi teman-teman mu sudah menanti kehadiran mu dari kemarin, mendengar mu masuk rumah sakit dan tak sadar kan diri mereka langsung menjenguk mu kemari.
“haruhi.. jangan tinggalkan kami lagi..”ujar sanae yang emrupakan teman satu kelasnya
“iya” di ikuti dengan miyuki dan yang lainnya
“teman-teman..”ucap haruhi sambil menangis.
Meski pun berat menjalani hari-hari tanpa tamaki, tapi aku tidak boleh membiarkan senyuman ku padam.Karena itu lah yang di inginkan oleh tamaki. “sayonara tamaki.., Kimi ga Suki. Watashi aishiteru tamaki” semoga kau bahagia di sana, terima kasih atas semua yang telah kau berikan.

END



Tidak ada komentar:

Posting Komentar